tekno.pemkab.com

India secara bertahap mulai memproduksi lebih banyak iPhone

Ketergantungan Apple pada China menurun pada tingkat yang sangat lambat, dan India akan menyumbang 5% dari produksi iPhone pada tahun 2023.

Meningkatnya masalah terkait ketidakstabilan politik, berurusan dengan pekerja dan Covid-19 membuat China menjadi tempat yang tidak dapat diandalkan untuk berbisnis. Namun, sebagian besar rantai pasokan Apple untuk produksi iPhone berada di dalam negeri, dan perubahan itu akan memakan waktu.

Menurut laporan dari BloombergApple akan menghasilkan 5% dari produksi iPhone di India pada musim semi 2023. Foxconn, Pegatron, dan Wistron telah berjanji untuk meningkatkan jumlah tersebut menjadi 20 persen, tetapi belum ada batas waktu yang diberikan.

Fasilitas manufaktur bukan satu-satunya hal yang perlu dibuat di India, tetapi juga produsen komponen rantai pasokan. Sebagian besar dominasi China dalam produksi iPhone Apple berasal dari melakukan hampir seluruh proses secara internal.

Ketergantungan Apple pada China berasal dari investasi selama lebih dari satu dekade dalam infrastruktur manufaktur China. Investasi tersebut dilakukan di India, tetapi ini hanyalah awal dari prosesnya dan bisa memakan waktu puluhan tahun bagi Apple untuk melepaskan diri sepenuhnya dari China.

Bloomberg Memo tersebut juga mencatat bahwa India akan menjadi pilihan yang optimal dibandingkan negara-negara Asia lainnya karena merupakan sekutu Amerika Serikat. Melakukan bisnis di India menelan biaya sekitar 10 persen lebih mahal daripada di tempat lain seperti Vietnam, tetapi stabilitas geopolitik negara itu akan menguntungkan.